Bila makan di food court,

salah satu pemandangan biasa ialah meja-meja makan kebanyakannya dipenuhi para couples. Tak kisah lah tables for two, three or four, penghuninya lebih kerap dalam bilangan dua. Romantik katanya makan bersama. Tapi kalau meja untuk 6-8 orang pun duduk berdua-duaan itu bukan romantik tapi jual ikan (selfish) namanya.

Anyway, aku sebenarnya terkenang zaman jahiliah muda-muda dulu bila tengok pasangan-pasangan ni. Almaklumlah pernah terbabit. Tapi tulah…tak ke mana. Sementara saja. Yang dipadankan keluarga juga yang diturut dan diteruskan dalam hidup sekarang. Walaupun tak setiap saat manis – hidup kan, ibaratnya asam garam bukan gula kabung – tetapi keseluruhannya, indah. This life is not something I would trade for the world.

Cuma…sekarang ni impian terdekat adalah untuk take a break from the corporate world and try living a non-corporate world for a change. I wonder if my boss will allow me a sabbatical period to rediscover my passion?

Bismillahirrahmanirrahim…

Advertisements

2 thoughts on “Bila makan di food court,

  1. rasa2nya boss Voice tak beri sabbatical … my suggestion is Voice ambil periodic leave and lari dari Klang Valley 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s