Berita Syawal.

Seseorang dari masa lampau saya, diberitakan telah pergi menghadap Yang Esa menuju negeri yang abadi.

Saya tidak pasti apa yang saya rasa. Saya takut hendak menelefon rumahnya untuk memastikan kesahihan berita ini. Sebabnya, sudah dua kali sebelum ini berita yang sama telah sampai ke telinga saya tetapi natijahnya ialah ibarat cerita budak lelaki menjerit adanya serigala di kalangan kambing peliharaannya. Setelah beberapa kali berpura-pura, apabila tiba serigala sebenar, tiada siapa yang datang membantu kerana serik ditipu.

Kalian ingat cerita itu?

Saya dalam dilema, kerana dia ada berhutang dengan saya. Secara rasionalnya, saya wajib menghubungi keluarganya untuk memastikan kesahihan berita ini kerana saya perlu membuat keputusan sama ada hendak menuntut hutang itu atau menghalalkannya. Cabarannya, saya sekarang bukan seorang diri. Saya sudah ada teman. Dan tindakan saya menuntut hutang ini memerlukan saya untuk bercerita sejarah ini dengan teman saya (serasa saya lah, saya perlu ceritakan). Dan sejarah ini, bukan sesuatu yang wajar saya kongsi dengan teman saya, semata-mata untuk memastikan kemaslahatan rumah tangga.

Jadi wajarkah saya menghalalkan saja hutang yang ada, dan terus menutup buku lama? Biarkan ia berkubur bersama jasad yang pergi?

Sungguh hati dan minda saya berbelah bahagi.

Advertisements

4 thoughts on “Berita Syawal.

  1. to me, to me that is, its fine if he doesnt know the history but just tell him in e past, someone owed you $$,u cant tell him how it happened but seek his opinion if u shd just halalkan & move on or what?

    as a knowledgeable person like him, im sure he will understand, certain secrets are best remained as secrets

  2. yep, kata2 Rafthah adalah nasihat paling baik. Rasanya ini berlaku sebelum awak kahwin dengan dia, jadi keputusan akhir masih di tangan awak.

  3. Thanks friends.

    As per my other place, the news is, again, a lie. I did mention to my other half (MOH) about this dilemma before i actually typed it here. And I briefly told him that I am no longer friends with this person. MOH understood and didn’t ask about the history, and he even said it’s up to me whether to halalkan and move on, or claim the debts. Just like you said, Ome, keputusan akhir masih di tangan saya. Jadi, keputusan akhir buat masa ini memandangkan semuanya masih dusta belaka, saya tak halalkan.

  4. if its me i wont halalkan either. still alive. lainlah if mati & family hv no knowledge or means than maybe best to halalkan if we can afford it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s